Tips memilih nama domain

Tips memilih nama domain untuk website, apakah Anda ingin membuat website? Selain layanan hosting, Anda juga perlu memilih nama domain untuk situs Anda. Ini digunakan sebagai alamat website Anda nantinya.

Namun, Anda tidak boleh asal-asalan dalam menentukan domain. Jangan sampai domain yang Anda beli sulit dieja hingga pengunjung tidak jadi datang ke situs Anda. Lalu, bagaimana cara memilih domain yang tepat? Di artikel ini, Anda akan menemukan 10 tips memilih nama domain. Selamat membaca!

Tips Memilih Nama Domain untuk Website

Sebagai bagian dari panduan domain untuk pemula, berikut adalah beberapa tips memilih nama domain yang dapat Anda terapkan:

1. Tentukan Nama yang Singkat dan Mudah Diingat

Strategi memilih nama domain bisnis yang pertama adalah membuat nama domain yang singkat dan mudah diingat. Sebenarnya Anda bebas menentukan panjang pendeknya nama domain. Akan tetapi, usahakan agar tidak terlalu panjang. Sebagai patokan, jangan buat nama domain yang berisi lebih dari tiga kata.

Nama domain pendek cenderung lebih mudah dibaca dan diingat. Coba ingat kembali waktu Anda pertama mengenali facebook.com atau twitter.com. Anda tentu dapat menghafal kedua domain tersebut dengan cepat, bukan? Selain itu, nama domain yang pendek lebih hemat tempat. Misalnya jika Anda cantumkan di profil online, portofolio, atau kartu nama. Hanya saja, domain singkat biasanya paling diincar. Jadi, Anda harus segera mengamankan ide nama domain begitu menemukannya!

2. Pastikan Domain Mudah Diketik

Cara menentukan nama domain untuk bisnis kreatif selanjutnya adalah memastikan domain tersebut mudah diketik. Pernahkah Anda harus mengetik domain yang sangat panjang? Contohnya seperti ini-tas-merah-boedi99.com.

Tidak hanya susah diingat, domain tersebut juga susah diketik. Alasannya ada beberapa:

  • Pertama, nama yang digunakan terlalu panjang.
  • Kedua, ada hyphen atau tanda hubung (-). Orang belum tentu tahu bahwa domain Anda menggunakan tanda baca.
  • Ketiga, ada ejaan yang tidak baku. Daripada menggunakan “boedi”, sebaiknya Anda menggunakan “budi”.
  • Keempat, ada angka. Penggunaan angka pada nama domain tidak di larang, tapi perlu Anda hindari agar orang yang ingin mengaksesnya tidak keliru antara “9” atau “sembilan”.

3. Selipkan Kata Kunci jika Memungkinkan

Sebagai pemilik usaha, Anda pastinya ingin situs Anda mudah di temukan di hasil pencarian Google. Meskipun ada berbagai cara agar website tampil di halaman pertama Google, Anda juga dapat melakukannya dengan meletakkan kata kunci penting bisnis Anda dalam domain. Misalnya, bisnis Anda menjual keripik. Apabila memungkinkan, Anda bisa memilih nama “keripiksepik.com” atau “juarakeripik.co.id”.

Namun, lakukan tips ini hanya jika memungkinkan. Memang, 63 persen website bisnis yang tampil di halaman pertama Google memiliki kata kunci di domainnya. Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan kiat-kiat lain di artikel ini. Sedikit tambahan, Anda bisa menggunakan domain name generator untuk mendapatkan inspirasi nama domain sesuai keyword yang di targetkan.

4. Gunakan Nama Brand sebagai Domain

Setiap bisnis tentunya perlu memiliki brand. Dengannya, produk atau layanan Anda akan lebih di kenal dan di percaya oleh konsumen. Selain itu, brand membuat bisnis Anda di ingat oleh masyarakat. Coba saja, apa yang ada di bayangan Anda ketika mendengar nama Indomie? Anda akan langsung memikirkan mie instan bukan? Inilah kekuatan brand.

Menariknya lagi, Indomie menggunakan nama brandnya sebagai domain situsnya. Dengan cara tersebut, orang pasti akan langsung tahu bahwa website tersebut di miliki Indomie. Bagi yang sudah menentukan nama brand, Anda juga dapat menggunakannya sebagai nama domain website. Selain agar bisnis Anda terkenal secara online, pihak lain tidak dapat menggunakan domain dengan nama brand Anda. Untungnya, kami sudah pernah merangkum beberapa contoh nama domain bisnis yang inspiratif dan bisa Anda contek.

5. Pikirkan Nama yang Akan Selalu Relevan

Relevansi domain perlu di perhatikan jika Anda menggunakan kata kunci atau nama brand di dalamnya. Mengapa? Karena Anda tidak dapat mengubah nama domain yang telah di beli.

Coba bayangkan. Misalnya, bisnis Anda berputar haluan dari menjual sabun herbal menjadi penyedia pewangi alami. Padahal, Anda sebelumnya memiliki domain sabunherbaloye.com. Tentunya domain tersebut tidak cocok dengan usaha yang baru bukan?

Nah, Anda bisa saja membeli domain baru sesuai yang di inginkan dan redirect ke situs yang sudah ada. Namun, reputasi domain Anda di mulai dari nol lagi. Artinya, semua optimasi mesin pencarian yang telah Anda lakukan untuk domain sebelumnya sia-sia.

6. Cantumkan Nama Daerah Bila Perlu

Apabila bisnis Anda beroperasi hanya di daerah tertentu, Anda dapat memasukkan nama tempat tersebut ke dalam domain. Misalnya, usaha Anda berada di Semarang dan hanya melayani konsumen di kota tersebut. Dengan demikian, sah-sah saja jika Anda menggunakan nama domain bajuanaksemarang.com.

7. Gunakan Ekstensi yang Sesuai

Huruf-huruf yang terdapat di belakang domain, seperti .com, .org, dan .net di namakan ekstensi domain. Beberapa ekstensi domain memiliki fungsi tersendiri, contohnya:

  • .org — biasanya digunakan untuk organisasi dan lembaga
  • .net — biasanya digunakan untuk situs yang berkaitan dengan teknologi dan jaringan
  • .co — biasanya digunakan situs perusahaan
  • .biz — biasanya digunakan untuk situs bisnis
  • .info — biasanya digunakan untuk situs yang bersifat informatif
  • .me — biasanya digunakan untuk situs atau blog pribadi

Untuk domain komersial, top level domain .com memang masih menjadi ekstensi nomor satu hingga saat ini. Oleh karena itu, tidak heran jika mendapatkan domain dengan ekstensi .com cukup sulit. Apalagi jika domain yang ingin Anda pilih mirip dengan yang di miliki situs lain.

Apabila Anda telah mencoba beberapa variasi dan tidak mendapatkan ekstensi .com, jangan putus asa. Masih ada ekstensi-ekstensi populer lainnya seperti .online, .site, dan .xyz. Di tambah lagi, harga ketiga ekstensi domain unik tersebut lebih terjangkau dari .com.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan ekstensi .id yang tidak kalah terkenal. Baik website pribadi maupun perusahaan dapat memanfaatkan ekstensi ini.

8. Pastikan Domain Belum Di gunakan Pihak Lain

Di samping semua tips yang tadi telah di bahas, tentunya Anda tidak boleh menggunakan domain yang sudah di gunakan situs lain.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu menghindari nama domain yang mirip dengan milik brand atau perusahaan lain. Apalagi jika brand tersebut sudah mematenkan nama domainnya. Apabila nekat melakukannya, bisa-bisa Anda berurusan dengan hukum.

Di Niagahoster Anda akan di bantu untuk memilih domain yang belum di gunakan. Coba Anda ketikkan nama domain atau second level domain pilihan pada kolom di halaman cek domain Niagahoster. Kemudian, klik Cek Domain.

9.Beli Beberapa Ekstensi Domain Sekaligus

Tips ini memang tergantung pada anggaran yang Anda miliki. Namun, jika memungkinkan, sebaiknya Anda membeli beberapa ekstensi sekaligus untuk satu nama domain.

Ada dua alasan untuk melakukannya. Pertama, agar orang dengan niat buruk tidak membeli domain Anda dengan ekstensi berbeda. Reputasi website Anda dapat menerima dampak negatif jika pihak tersebut menggunakan websitenya untuk hal buruk.

Kedua, tapi opsional, Anda perlu membeli beberapa ekstensi supaya orang tetap dapat mengunjungi situs Anda meskipun mengetikkan ekstensi yang salah. Sebagai catatan, ini memerlukan redirect, yang dapat Anda lakukan melalui cPanel atau file .htaccess.

10. Segera Beli Domain yang Telah Anda Tentukan

Nama domain cepat terjual. Apalagi yang menggunakan ekstensi .com. Oleh karena itu, Anda perlu segera mengamankan domain pilihan begitu menentukannya. Untungnya, membeli nama domain di Niagahoster sangat mudah. Anda dapat mempelajari caranya dalam panduan cara daftar domain.

Nah, itulah berbagai tips memilih nama domain untuk website anda.

By AKDSEO