Perbedaan Jaringan 4G dan 5G

Perbedaan Jaringan 4G dan 5G, Jaringan 5G mulai dikenalkan di Indonesia sejak pertengahan 2021 lalu. Meski sudah dideklarasikan oleh tiga operator seluler (opsel) yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, hanya penetrasi 5G di Indonesia belum maksimal.

Belum luasnya adopsi 5G di dalam negeri salah satunya terhambat oleh faktor masih mahalnya tarif oleh opsel. Selain itu, yang bikin teknologi jaringan seluler generasi kelima itu masih belum cukup dikenal adalah pengetahuan terkait 5G itu sendiri.

Seperti yang di lansir dari We Are Social, pengguna internet di Tanah Air mencapai 204,7 juta per Januari 2022, melonjak pesat 54,25 persen di bandingkan 5 tahun sebelumnya. Di bandingkan populasi penduduk, penetrasi internet di Indonesia pun meningkat pesat mencapai 73,7 persen di bandingkan 50 persen di tahun 2018.

Beberapa Perbedaan Jaringan 4G dan 5G

1. Kecepatan Akses Internet

Sebagaimana sempat di singgung di atas, kecepatan akses internet sering menjadi perbincangan utama terkait spesifikasi fitur 5G yang temasuk perbedaan jaringan 4G dan 5G. Dikutip dari Business Insider, 4G saat ini dapat mencapai kecepatan tertinggi hingga 100 Mbps.
Meskipun kinerja umumnya berada pada angka 35 Mbps. Sementara itu, 5G secara teknis dibekali kecepatan hingga 10 Gbps, namun untuk pemakaian umum kini masih berada pada angka 50 Mbps hingga 3 Gbps.

2. Latensi

Latensi menjadi hal yang penting bagi orang-orang dalam menggunakan berbagai aplikasi atau perangkat yang terhubung dengan jaringan internet. Merupakan skala waktu yang di butuhkan dalam transmisi data ke perangkat.

Semakin rendah waktu yang di butuhkan makan semakin rendah delay saat mengakses internet. Jaringan 4G memiliki latensi sekitar 50 ms, sedangkan pada jaringan 5G bisa mengurangi latensi hingga 1 ms. Dengan jaringan 5G, pengguna bisa lebih banyak menggunakan aplikasi dan lebih banyak menggerakkan perangkat dari jarak jauh secara real-time, dengan pemrosesan data dan perintah lewat cloud.

3. Bandwidth

Perbedaan 4G dan 5G berikutnya ada di segi lebar pita atau bandwidth. 5G memiliki bandwidth yang lebih besar daripada 4G. Ini di mungkinkan karena 5G menggunakan spektrum atau frekuensi radio yang lebih lebar di banding 4G. 5G bisa beroperasi pada spektrum tinggi (mmWave) antara 30 GHz hingga 300 GHz. Sementara itu, rentang spektrum yang di pakai pada 4G lebih sempit, yaitu berkisar antara 600 MHz hingga 2,5 GHz.

4. Cakupan Wilayah

Jika di bandingkan cakupan 4G yang sudah relatif merata, hal yang masih menghambat pertumbuhan penggunaan 5G adalah cakupan wilayah yang masih terbatas di beberapa titik di kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Batam, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Kabar baiknya, pemerintah juga telah menetapkan rencana pengembangan 5G pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 2 Tahun 2021. Salah satu rencana yang menjadi sorotan adalah pengembangan 5G di seluruh ibukota provinsi di pulau Jawa dan lima destinasi wisata yang menjadi prioritas tertinggi.

Hal ini membuat kehadiran ponsel berteknologi 5G menjadi relevan dan bersifat future-proof. Mendukung tren penggunaan 5G dengan menghadirkan berbagai inovasi smartphone 5G. Termasuk Poco M3 Pro 5G sebagai smartphone berkemampuan 5G yang di tawarkan dengan spesifikasi dan harga menggoda.

Di perkuat chipset Dimensity 700 Dual 5G dengan fabrikasi 7 nm di tambah baterai besar 5000 mAh fast charge, pengguna di janjikan bisa mengakses internet berkecepatan tinggi di jaringan 5G dengan semakin lancar dan tahan lama.

Itulah beberapa perbedaan jaringan 4G dan 5G yang di bahas oleh kita, semoga membantu!

By AKDSEO