Pengertian SEO friendly

Pengertian SEO friendly dan cara membuat artikelnya, Bagi pemilik website baru, Anda mungkin masih awam dengan istilah artikel SEO-friendly. Ada pula website yang sudah lama berdiri, tetapi belum memahami teknik penulisan artikel sesuai kaidah SEO. Alhasil, website Anda pun tidak bisa menembus halaman pertama mesin pencarian.

Tidak ada salahnya mempelajari lebih dalam tentang artikel SEO-friendly bersama ToffeeDev. Anda pun akan mengetahui tips pembuatan artikel SEO-friendly yang tepat agar mampu menembus SERP. Simak tulisan ini sampai selesai.

Pengertian SEO Friendly?

Pengertian SEO friendly

Pengertian SEO friendly adalah artikel di website yang ditulis untuk menjawab pertanyaan pengunjung website saat mencari keyword tertentu. Penulis artikel harus memasukkan keyword ke bagian penting dalam artikel, yaitu judul (heading 1), heading 2, dan isinya.

Penempatan keyword berguna supaya algoritma mesin pencari lebih mudah memahami isi kontennya. Ketika pengguna mengetik keyword, mesin pencari akan menampilkan artikel tersebut di Search Engine Result Page (SERP). Makin relevan keyword dengan artikel, peluang untuk menembus halaman pertama pun makin besar.

Walaupun mengutamakan penggunaan keyword, artikel SEO-friendly tidak boleh mengabaikan kaidah penulisan yang benar. Lagi pula, artikel dibuat untuk dibaca oleh pengunjung website. Mereka pun akan meninggalkan page artikel tersebut apabila kualitas tulisannya jelek. Hal itu tentu bisa mencederai peluang menembus halaman pertama SERP lantaran bounce rate-nya cukup tinggi.

Setelah kita membahas tentang pengertian SEO Friendly, selanjutnya kita bahas tentang tujuan dari SEO Friendly.

Tujuan Membuat Artikel SEO-Friendly

Sudah pasti tujuan pembuatan artikel SEO-friendly adalah meningkatkan ranking di SERP. Namun, Anda perlu mengetahui cara kerja algoritma mesin pencari dalam mendeteksi artikel tersebut.

Artikel yang telah selesai ditulis dan mengandung keyword di dalamnya kemudian diunggah ke blog website. Algoritma mesin pencari akan mendeteksi keyword dalam artikel tersebut sesuai daftar suggestion-nya. Artikel dengan keyword yang relevan dan sesuai search intent kemudian dimasukkan ke dalam SERP.

Peringkat artikel tersebut lebih cepat menanjak di SERP jika isi artikelnya memenuhi kaidah SEO dan isinya berkualitas. Alhasil, pengunjung website pun berdatangan dan mulai membaca artikel Anda.

Cara Membuat Artikel SEO Friendly

Menulis artikel dengan baik belumlah cukup. Anda juga harus membuat artikel tersebut ramah mesin pencari. Dengan begitu, blog Anda akan lebih mudah jadi nomor satu di Google dan dibanjiri pengunjung. Bagaimana melakukannya? Anda perlu tahu dulu cara membuat artikel SEO Friendly, yaitu artikel yang mengikuti aturan algoritme Google terbaru dan menarik bagi pembaca.

Nah, di artikel ini kami akan membagikan 20 tips menulis artikel SEO. Anda juga bisa mempelajari contoh tulisan SEO Friendly untuk dipraktikkan. Penasaran? Yuk, baca lebih lanjut!

1. Gunakan Kata Kunci yang Tepat

Langkah pertama agar artikel Anda sesuai dengan pedoman SEO adalah menggunakan kata kunci yang tepat, yaitu kata yang volume pencariannya besar, persaingannya kecil, dan sesuai dengan niche blog Anda. Kata kunci dengan volume pencarian besar menunjukkan kata kunci tersebut banyak dicari oleh audiens. Jadi, kalau Anda menulisnya, tentu akan berpotensi menarik banyak pembaca.

Kata kunci dengan persaingan kecil akan memudahkan Anda memenangkan posisi tinggi di Google. Bisa karena belum banyak yang menulisnya atau kompetitornya bukan blog yang besar.

Nah, pemilihan kata kunci yang sesuai dengan niche blog akan membantu konten Anda tetap relevan. Dengan begitu, akan sesuai dengan kebutuhan pengunjung blog Anda. Misalnya, beauty blog, tentu akan lebih pas menggunakan kata kunci seperti tips kecantikan, skincare terbaik, dan semacamnya.

Untuk mendapatkan kata kunci yang tepat, Anda bisa melakukan riset keyword terlebih dahulu. Beberapa SEO tools untuk riset kata kunci gratis yang bisa Anda gunakan adalah Ubersuggest, KWFinder, atau Google Trends.

2. Pahami Intent Pengguna

Intent adalah informasi yang diinginkan pengguna ketika mengetikkan kata kunci tertentu di Google. Menulis artikel SEO perlu memperhatikan intent karena search intent merupakan salah satu faktor Google ranking. Alasannya, intent yang tepat akan menjawab kebutuhan pencari berupa konten yang relevan.

Nah, ketika pengunjung mendapat informasi yang diinginkan, mereka tentu akan berlama-lama di artikel Anda. Ini membuat Google menganggap artikel Anda bermanfaat dan perlu mendapat ranking tinggi. Untungnya, memahami intent pengguna cukup mudah. Anda cukup mengintip artikel kompetitor di hasil pencarian Google (SERP).

3. Ambil Sudut Pandang yang Unik

Sebuah kata kunci bisa digunakan untuk membuat artikel dengan sudut pandang berbeda. Langkah ini efektif untuk membuat artikel Anda lebih menonjol. Namun, tentunya dengan tetap pastikan sesuai dengan intent pengguna, ya!

Katakanlah kalau Anda ingin menggunakan kata kunci “cara membuat seblak.” Jika kompetitor memiliki artikel panduan membuat seblak ala restoran, Anda bisa menulis tentang “Cara Membuat Seblak Rumahan dengan Lima Langkah.”

Selain artikel Anda unik, kemudahan yang ditawarkan tentu akan lebih menarik bagi pembaca. Belum lagi, sudut pandang unik juga memastikan artikel Anda original, sehingga lebih disukai Google untuk mendapat ranking tinggi.

4. Perhatikan Struktur Artikel

Setelah menentukan sudut pandang, Anda membuat struktur artikel dengan baik. Tujuannya, untuk memperlancar proses menulis dengan memilih apa yang harus disampaikan di artikel.

Selain itu, struktur artikel yang baik akan memudahkan pengunjung memahami artikel Anda. Umumnya, struktur sebuah artikel dibagi menjadi tiga bagian:

  • Pembuka (Prolog)— bagian awal artikel yang menjelaskan latar belakang dan tujuan artikel.
  • Isi— penjelasan topik utama secara rinci.
  • Kesimpulan (Epilog)— bagian penutup yang berisi rangkuman atau kesimpulan artikel.

Salah satu tips yang bisa Anda coba adalah menulis beberapa kalimat singkat berisi garis besar di tiap bagian. Lalu, Anda bisa mengembangkannya menjadi sebuah penjelasan utuh yang saling berhubungan.

5. Perhatikan Bagian Pembuka

Cara membuat artikel SEO friendly selanjutnya adalah menulis bagian pembuka dengan baik, yaitu menjawab intent pembaca dan memuat kata kunci. Kenapa harus demikian?

Pertama, bagian pembuka yang tidak menjawab intent akan membuat pembaca meninggalkan artikel Anda. Kedua, penempatan kata kunci di bagian pembuka bisa membantu Google merekomendasikannya ke pembaca yang tepat. Untuk membuat bagian pembuka menjadi menarik, ada rumus AIDA yang bisa digunakan, yaitu:

  • Attention— Memancing perhatian pembaca dengan kalimat utama berupa pertanyaan, guyonan singkat, atau statistik.
  • Interest— Menarik minat pembaca dengan menyinggung permasalahan yang dihadapi.
  • Desire— Jelaskan bahwa artikel Anda bisa menjadi solusi.
  • Action— Mengajak pembaca Anda untuk membaca artikel hingga selesai.

6. Uraikan Menjadi Paragraf Singkat

Usahakan paragraf di artikel Anda singkat karena bisa membuat pembaca nyaman.  Tiga kalimat umumnya cukup untuk menyampaikan penjelasan dengan baik.  Menurut riset, pembaca artikel online cenderung tidak membaca kata per kata, melainkan scanning berpola huruf “F” (F-Shaped Pattern).

Pembaca akan membaca bagian pembuka secara lengkap, lalu melakukan scanning kata/kalimat yang menarik  secara vertikal. Dan begitu seterusnya, hingga di akhir artikel. Nah, dengan maksimal tiga kalimat di setiap paragraf, maka akan:

  • Mempermudah pembaca menemukan kata/kalimat yang di butuhkan.
  • Membuat pembaca lebih santai dalam memahami penjelasan.

7. Gunakan Teknik Piramida Terbalik

Piramida terbalik adalah teknik penulisan di mana Anda menaruh informasi paling penting di bagian awal, lalu di ikuti oleh penjelasan lebih detail, dan di akhiri dengan informasi tambahan. Pendekatan ini akan membuat artikel Anda tidak bertele-tele dan memudahkan pembaca mendapat informasi utama dengan cepat.

Teknik piramida terbalik bisa Anda gunakan di penjelasan keseluruhan artikel, dalam sebuah sub heading, hingga sebuah paragraf. Pada artikel Apa itu Bug, struktur outline yang di gunakan adalah sebagai berikut:

Intent pembaca tentang pengertian bug di tempatkan di awal sebagai informasi terpenting. Lalu, di lanjutkan dengan berbagai penyebab bug sebagai penjelasan lanjutan. Kemudian, cara menghindari bug menjadi informasi tambahan bagi yang ingin mencoba langkah yang di berikan.

8. Tulis Artikel yang Berfokus ke Satu Topik

Menentukan satu topik dan fokus pada penjelasan tersebut adalah cara membuat artikel SEO friendly yang penting. Selain tidak membingungkan pembaca, topik artikel yang jelas akan membuat informasi yang di sampaikan lebih runut.

Misalnya, ketika membuat artikel “cara ternak lele”, Anda harus fokus pada panduan cara ternak lele. Bila ingin membahas jenis lele untuk diternak, tulislah artikel yang berbeda. Ini akan lebih memudahkan Anda untuk membahasnya lebih dalam dan lengkap.

Selain itu, fokus di satu topik tertentu akan membuat penggunaan kata kunci yang saling berhubungan. Pada akhirnya, web crawler Google lebih mudah dalam memahami struktur artikel untuk melakukan indexing.

9. Sebar Kata Kunci Sewajarnya

Salah satu kesalahan pemula dalam membuat artikel adalah menggunakan kata kunci secara berlebihan (keyword stuffing). Tujuannya, agar bisa lebih cepat muncul di halaman pencarian Google.

Padahal, keyword stuffing adalah praktik spam yang jauh dari standar cara menulis artikel SEO friendly. Alasannya, Google menganggap keyword stuffing sebagai spam karena akan menurunkan kualitas artikel Anda dan membuat pembaca tak nyaman.

Kalau keyword stuffing, ranking Anda akan turun atau bahkan bisa di hapus dari hasil pencarian. Waduh! Maka dari itu, sebar kata kunci Anda sewajarnya dan sesuai kebutuhan. Ingat, Anda menulis artikel untuk di baca manusia. Jadi, pastikan paragraf Anda berbobot dan nyaman di baca.

10. Perbanyak Memakai Kata Sambung

Seperti namanya, kata sambung adalah kata yang menghubungkan antar kalimat atau paragraf. Kata sambung di gunakan untuk membantu pembaca memahami hubungan antar ide di dalam artikel.

Contoh kata sambung yang bisa Anda gunakan adalah:

  • Kata sambung pertentangan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya;
  • Kata sambung pembetulan:melainkan, hanya;
  • Kata sambung penegasan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan;
  • Kata sambung batasan: kecuali, hanya;
  • Kata sambung urutan: lalu, kemudian, selanjutnya;
  • Kata sambung persamaan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah;
  • Kata sambung penyimpulan: jadi, karena itu, oleh sebab itu;

Mari lihat contoh di penggunaan kata sambung di bawah ini:

Teks A:
Sebagai penutup, aku mau jelasin beberapa kelebihan merk makanan kucing X di banding merk Y.

Harganya lebih murah. Cocok banget buat aku yang mahasiswa ngekos. Gak harus beli online karenapet shop dekat kampus jualan. Merk ini memang lebih pasaran daripadamerk Y. Kucingku makannya juga lahap banget dan minta tambah. Padahal,aku kasih porsinya sama kayak merk Y.

  • Merk X sangat recommended dan aku bakal pindah ke merk Y mulai dari sekarang. Sekian, sampai jumpa di artikel selanjutnya!”
  • Teks B:
    Sebagai penutup, aku mau jelasin beberapa kelebihan merk makanan kucing X di banding merk Y.

    Pertama,harganya lebih murah. Jadi, cocok banget buat aku yang mahasiswa ngekos. Kedua, gak harus beli online karena pet shop dekat kampus jualan. Sepertinya, merk ini memang lebih pasaran daripadamerk Y. Ketiga, kucingku makannya juga lahap banget dan minta tambah. Padahal, aku kasih porsinya sama kayak merk Y.

Nah, artikel diatas menjelaskan tentang pengertian SEO Friendly, tujuan dan cara membuat artikel SEO Friendly. Semoga setelah anda membaca dan memahami artikel ini bisa membantu anda untuk mengerti apa itu SEO Friendly.

By AKDSEO