optimasi SEO on-page

Langkah-langkah optimasi SEO on-page, cara optimasi SEO on-page website memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, bila dilakukan dengan tekun, tentunya akan membuahkan hasil. Kali ini, Dewaweb akan membahas Teknik On-Page SEO dengan penjelasan yang lebih komprehensif sekaligus mudah dimengerti bagi para pemula sekalipun.

On-Page SEO adalah suatu faktor yang dapat memengaruhi page rank. Semakin baik optimasi yang dilakukan, maka semakin besar juga peluang halaman situs ditampilkan di halaman pertama hasil penelusuran mesin pencari semacam Google. Apabila situs kamu ditampilkan di halaman pertama hasil pencarian, tentunya peluang situs dikunjungi semakin besar. Apalagi bila situs kamu berada di peringkat teratas pada halaman pertama hasil penelusuran.

Hal ini akan berdampak pula pada jumlah pengunjung atau pengikutmu, sebab semakin banyak pengunjung makin besar pula kemungkinan diikuti atau dibeli jasa dan produknya. Intinya, optimasi ini merupakan salah satu cara meningkatkan website traffic di antara banyak cara lainnya.

Langsung saja, simak langkah-langkah optimasi SEO on-page website berikut ini ya!

Langkah-langkah Optimasi SEO On-Page

Berikut adalah langkah-langkah optimasi SEO On-Page.

1. Buatlah URL yang singkat

Cukup dengan satu kata yang mudah dieja dan mudah diingat namun dapat menggambarkan tentang website Anda secara keseluruhan. Contohnya apabila Anda membuat suatu situs yang berisi kumpulan resep masakan khas Jawa, URL Anda berbunyi resepmbah.com. Kemudian pada salah satu konten artikel resep Anda mengenai masakan rawon, URL Anda dapat tertera resepmbah.com/rawon.

URL tersebut tidak sepanjang URL yang tertera resepmbah.com/2017/7/18/resep-rawon. Semakin pendek URL semakin “disukai” mesin pencari. Membuat URL Anda bersahabat dan mudah diingat seperti contoh di atas juga dapat memudahkan pengunjung untuk mengakses kembali situs Anda dan menginformasikannya kepada pengguna internet yang lain.

2. Kaitkan Keyword pada URL

Bayangkan saja bagaimana bila halaman Anda yang berisi resep masakan rawon dengan kata kunci “rawon” memiliki URL resepmbah.com/soto. Tentunya pengunjung situs Anda juga merasa janggal. Cobalah untuk memasukkan keyword atau hal yang berkaitan erat dengan keyword Anda pada URL.

3. Gunakan LSI Keyword

Ketika mesin pencari memunculkan kata keyword yang disarankan bagi pengguna, mesin pencari itu akan membidik keyword utama pada judul lalu memeriksa relevansi judulnya dengan isi halamannya. Apabila judul yang ditemui kurang sesuai dengan kontennya, mesin pencari tersebut akan mencari LSI keyword dalam konten itu untuk mendapat kata atau kelompok kata yang berkaitan.

Bayangkan Anda mencari informasi tentang “Apple Fruit”, bagaimana Google membedakan “Apple” yang merupakan buah dengan “Apple” yang merupakan brand perangkat teknologi ternama? LSI inilah yang membantu Google menemukan halaman situs yang lebih pas, yang mungkin memberikan keyword terkait seperti “aroma” “rasa” dan sebagainya yang mengacu pada makanan, tepatnya pada buah.

Jadi, gunakanlah suatu LSI keyword yang dimuat minimal sebanyak 3 kali di konten dan punya keyword keterkaitan lainnya juga agar mesin pencari dapat mengenali bahwa kata kunci itu penting. Dengan begitu, lebih mudah konten itu ditemukan dan disarankan mesin penelusur kepada para pengguna Google.

Cara termudah menentukan LSI keyword adalah dengan melihat keyword pada hasil penelusuran terkait di mesin pencari Anda seperti pada gambar di bawah ini.

4. Buatlah konten yang panjang

Mengapa harus bersusah payah membuat suatu artikel atau konten yang panjang? Karena pada dasarnya, konten yang panjang itu dapat memuat lebih banyak LSI keyword sekaligus dapat di anggap sebagai suatu penjelasan atau pemaparan yang komprehensif dari pertanyaan/ keingintahuan pengunjung akan suatu hal yang Anda bahas di halaman Anda.

Mengenai jumlah banyaknya kata yang bisa lebih optimal bagi SEO memang masih jadi perdebatan dari tahun ke tahun di kalangan pakar SEO. Seperti pada 2016 lalu rata-rata pakar SEO dari Amerika menyebut angka 2250 kata sebagai jumlah kata ideal demi optimasi On Page SEO.

Namun beberapa pakar lainnya menyatakan apa yang lebih penting adalah bagaimana kualitas kontennya di sesuaikan dengan target khalayak media Anda, jumlah kata ideal bisa saja hanya 1000 kata namun frekuensi publikasinya di tingkatkan. Tetapi sekali lagi, yang pasti bila di logikakan, makin panjang konten Anda maka makin banyak kemungkinan LSI keyword yang terdapat di dalamnya.

5. Gunakan H1 Tag pada Judul

Kata kunci yang di letakkan di awal judul lebih baik bila di bandingkan dengan kata kunci yang di letakkan di tengah maupun akhir judul.

Contohnya:

  • Resep Rawon Enak
  • Cara Membuat Masakan Rawon Enak

Terlepas dari hal lainnya, mesin pencari semacam Google pasti akan mengutamakan halaman yang berjudul “Resep Rawon Enak” karena kata kunci “rawon” dan “enak” terletak lebih awal di bandingkan pada judul “Cara Membuat Masakan Rawon Enak”.

6. Optimalkan Title Tag untuk Click-Through Rate

Ada dua hal pasti yang dapat meningkatkan Click-Through Rate. Dua hal tersebut adalah menggunakan angka pada judul artikel/halaman dan menggunakan tanda kurung atau tanda untuk kata tambahan di judul.

Berikut beberapa variasi judul yang bisa membantu optimasi On Page SEO Anda dengan contoh topik artikel “Cara-cara meningkatkan jumlah pembeli dalam berbisnis”:

  • 10 Cara Meningkatkan Jumlah Pembeli
  • Meningkatkan Jumlah Pembeli (Cara Cepat dan Tepat)
  • 101 Jalan Mendatangkan Banyak Pembeli [Di jamin Sukses]

7. Gunakan External Link

Ada suatu kesalahan kaprah soal hal ini di kalangan para pengguna internet. Kamu mungkin menganggap bila memasukkan link milik website lain atau orang lain, maka poin page rank akan berkurang. Padahal itu salah. Bayangkan memasukkan dua external link di halaman artikel, mendapat poin 6, maka kedua external link tersebut masing-masing mendapat poin 3 (lebih sedikit dari Anda). Jadi, jangan khawatir.

Sudah merupakan ketentuan Google bahwa external link akan memberi link juice atau poin tambahan di Google page rank. Namun usahakan external link Anda berkualitas. External link yang berkualitas memengaruhi relevansi dan tingkat terpercayanya suatu halaman bagi Google.

8. Gunakan Internal Link

Nah, untuk hal ini, mungkin akan lebih mudah Anda mengerti. Anda dapat menautkan link dari halaman atau artikel lama Anda/ arsip yang ada. Misalkan, Anda mempublikasikan suatu artikel tentang optimasi On Page SEO, Anda dapat mengarahkan pengunjung untuk mengunjungi artikel Anda sebelumnya tentang definisi SEO atau dasar-dasar SEO.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menggunakan internal link:

  • Masukkan internal link yang relevan dengan kontennya. Jangan sampai link yang Anda tautkan sebenarnya tidak terlalu relevan dengan konten Anda atau bahkan tidak berkaitan sama sekali. Kesalahan tersebut akan membuat pengunjung Anda kesal.
  • Cobalah untuk tidak mencantumkan kata/ frase umum seperti “Klik di sini” atau “Selengkapnya” sebagai anchor text. Kata-kata seperti itu bukanlah kata yang teroptimasi bagi SEO.
  • Masukkan setidaknya 2-3 internal link sebab jumlah memengaruhi optimasi bagi SEO. Bila suatu halaman sering di hubungkan ke halaman-halaman lainnya, mesin penelusur semacam Google akan menangkap sinyal bahwa halaman di situs itu penting.
  • Posisikan internal link Anda dalam konten secara natural demi kenyamanan pengunjung dan bobot konten yang lebih. Link yang letaknya dalam konten artikel memiliki bobot yang lebih di bandingkan link yang di letakkan pada footer maupun sidebar.

Itulah cara optimasi On-Page SEO website atau blog yang bisa kamu lakukan. Namun perlu di ingat, tidak ada hasil instan bagi SEO. Kamu perlu konsisten melakukannya, memantau setiap konten atau situs kamu setiap waktu. Kamu perlu terus mencari pengetahuan SEO lainnya sesuai perkembangan informasi dan teknologi yang ada. Semoga bermanfaat ya, selamat mencoba!

By AKDSEO