Suara.com – Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) pasar modal resmi dilarang melakukan pemasaran, promosi, atau iklan terhadap produk dan layanan jasa keuangan selain dari yang telah diberikan izinnya oleh OJK termasuk efek yang diterbitkan di luar negeri (produk lepas pantai).

Hal ini disampaikan OJK dengan tujuan melindungi konsumen dan mencegah informasi yang diterima masyarakat terkait dengan produk jasa keuangan yang ditawarkan.

Larangan ini disampaikan OJK setelah mendalami perkembangan pemasaran, promosi, dan iklan terkait produk dan layanan yang memanfaatkan platform aplikasi terintegrasi yang digunakan dalam satu grup.

Dalam temuannya, OJK menemukan banyak aplikasi yang menawarkan produk berupa efek (saham, bonding) yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri di luar kewenangan pengawasan OJK.

Baca Juga:
Gelar Uji Coba Lawan Persebaya, PSIM Jogja Harapan Tuah Promosi ke Liga 1 Masih Bekerja

“Produk Investasi yang efektif oleh OJK antara lain berupa efek (surat berharga) yang diterbitkan oleh entitas yang berbadan hukum di Indonesia dan dinyatakan oleh OJK untuk ditawarkan. Sementara produk lainnya seperti efek yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri, crypto assets, emas bukan merupakan produk yang diberi izin dan diumumkan oleh OJK,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen.

Selain itu, OJK juga melakukan pembinaan dan mengambil langkah-langkah tegas khususnya bagi PUJK yang melakukan pelanggaran ketentuan dalam praktik pemasaran, promosi atau iklan produk dan layanannya dengan meminta untuk segera menghentikan layanan dan atau penawaran produk di luar izin.

OJK juga melarang aplikasi yang terintegrasi dengan logo OJK atau pernyataan bahwa produk dan PUJK tersebut telah diberikan dan didukung oleh OJK.

Selanjutnya melakukan pemisahan penggunaan aplikasi, platform, dan situs web terhadap produk dan layanan yang bukan di bawah pengawasan OJK dengan produk dan layanan yang berizin dan di bawah pengawasan OJK.

Baca Juga:
Dukung Promosi Wisata Lewat Video Dokumenter, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Supaya Wisatawan Tinggal Lebih Lama

By AKDSEO