Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan pelarangan untuk perusahaan di bidang pasar modal melakukan pemasaran, promosi, atau iklan terhadap produk dan layanan jasa keuangan, selain yang telah diberikan izinnya oleh OJK termasuk efek yang diterbitkan di luar negeri (produk lepas pantai).

Larangan tersebut untuk melindungi konsumen dan mencegah informasi yang diterima masyarakat terkait produk jasa keuangan yang ditawarkan. Larangan ini keluar setelah regulator mencermati perkembangan pemasaran, promosi, dan iklan terkait produk dan layanan yang menggunakan aplikasi super oleh satu grup usaha.

OJK menemukan banyak aplikasi super yang memuat penawaran produk berupa efek (saham, bonding) yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri yang berada di luar kewenangan pengawasan OJK.

Kepala Pengawas Pasar Modal OJK Hoes menegaskan bahwa pemasaran atas efek luar negeri di Indonesia sampai saat ini belum diizinkan, mengingat produk ini dimungkinkan dari OJK sehingga memiliki risiko yang cukup besar bagi masyarakat.

Lebih Banyak Cakupan:

Platform Pencatatan Keuangan PINA Raih Dana Segar Lebih dari 44 Miliar Rupiah

Produk yang dinyatakan publik oleh OJK adalah efek yang diterbitkan oleh entitas yang berbadan hukum di Indonesia dan telah efektif oleh OJK untuk ditawarkan kepada. “Sementara produk investasi lainnya, seperti efek yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri, aset kripto, emas bukan produk yang diberi izin dan diterima oleh OJK,” kata Hoesen dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, regulator telah melakukan pembinaan dan mengambil tindakan tegas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan dalam praktik pemasaran, promosi, atau iklan produk dan layanannya dengan meminta untuk:

  1. Segera dihubungi atau penawaran produk di luar izin dan pengawasan OJK melalui super apps yang logo OJK atau pernyataan bahwa produk dan perusahaan tersebut telah diberikan dan ditawarkan oleh OJK.
  2. melakukan pemisahan penggunaan aplikasi, platform, dan situs web terhadap produk dan layanan bukan di bawah pengawasan OJK dengan produk dan layanan yang diberikan di bawah pengawasan OJK.

Sebelumnya OJK telah menerbitkan POJK Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan yang memuat ketentuan mengenai norma dan tata cara bagi pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dalam melakukan pemasaran, promosi, dan iklan terkait produk dan layanan kepada masyarakat.

Poin-poin tersebut di antaranya berisi tentang penggunaan istilah, frasa, dan/atau kalimat yang sederhana dalam Bahasa Indonesia dan Mudah konsumen, menyediakan informasi mengenai produk yang jelas, akurat, mudah diakses, dan tidak mungkin berpotensi konsumen, dan lain sebagainya.

aplikasi teknologi kekayaan

Lebih Banyak Cakupan:

Bagaimana Wealthtech Mudahkan Investasi ke Saham-Saham Luar Negeri

Seperti diketahui, aktivitas investasi di Indonesia di antaranya oleh dua lembaga yang berbeda, yakni OJK dan Bappebti. OJK hanya mengawasi aktivitas transaksi saham dan reksa dana. Di luar itu, ada di ranah Bappbeti. Sementara itu, di sisi, langkah pelarangan yang diambil OJK ini berimbas pada solusi yang ditawarkan oleh pemain lain teknologi kekayaan.

Belakangan, para pemain semakin aktif menambahkan lebih dari satu kelas aset di dalam platformnya, tujuannya untuk memudahkan pengguna dalam mendiversifikasi aset dan merangkul lebih banyak pengguna. Dalam kategori ini, Pluang dan Ajaib masuk ke dalam benak memiliki lebih dari satu kelas aset karena tidak saja OJK, juga Bappebti.

Pada awal berdiri dengan merek EmasDigi, Pluang menyediakan produk investasi emas. Lalu terus menambah portofolionya, mulai dari indeks futures (micro e-mini S&P 500, micro e-mini NASDAQ 1000), saham AS (CFD), aset kripto, dan reksa dana. Dibandingkan rekan-nya, Pluang cukup eksploratif dan berani memperkenalkan kelas aset karena berambisi ingin merangkul semua pengguna yang datang dari beragam profil risiko.

Seluruh produk yang ada di Pluang sendiri sebenarnya sudah berlisensi dari berbagai regulator yang menaunginya, ada Bappebti dan OJK. Dalam praktiknya, produk investasi indeks berjangka dan CFD di Pluang dikelola oleh PG Berjangka dengan lisensi dari Bappebti dan dijamin 100% oleh JFX (Bursa Berjangka Jakarta) dan KBI (Kliring Berjangka Indonesia). Sementara untuk kegiatan investasi aset kripto, difasilitasi oleh PT. Bumi Santosa Cemerlang (BSC) sebagai pedagang aset kripto, dan investasi emas bekerja sama dengan PT Pluang Emas Sejahtera.

Lebih Banyak Cakupan:

Ajaib Kini Tawarkan Investasi Kripto, Semakin Lengkap sebagai Wealthtech

Hal yang sama juga dilakukan oleh Ajaib, meski tidak mencari Pluang. Kini Ajaib memiliki tiga kelas aset, yakni saham lokal, aset kripto, dan reksa dana. Seluruh produk tersebut juga sudah memiliki lisensi masing-masing dan semua produk hadir dalam satu aplikasi.

Karena lintas regulator, OJK mengkhawatirkan praktik pemasaran dengan bahasa yang keliru bisa membuat ricuh di ranah konsumen. Dikhawatirkan masyarakat awam mengira semua produk investasi ada di bawah pengawasan OJK.

By AKDSEO