SOLOPOS.COM – Karyawan di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). (Bisnis-Abdullah Azzam)

Solopos.com, JAKARTA–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) di pasar modal untuk melakukan pemasaran, promosi, atau iklan atas produk dan layanan jasa keuangan yang diterbitkan di luar negeri (produk luar negeri).

Mengutip keterangan resmi OJK, larangan tersebut berkaitan dengan temuan banyak platform aplikasi terintegrasi (super apps) yang memuat penawaran produk berupa efek yaitu saham maupun obligasi yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri yang berada di luar pengawasan OJK.

PromosiHotel Paling Direkomendasikan Dekat Pantai di Jepara, Ya d’Season Premiere

Komisi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di pasar modal melakukan pemasaran, promosi, atau iklan terhadap produk dan layanan jasa keuangan selain dari yang telah diberikan izinnya oleh OJK termasuk efek yang diterbitkan di luar negeri (offshore products), tulis Deputioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo, dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (9/7/2022).

Anto mengatakan larangan OJK tersebut setelah melalui proses pencermatan perkembangan pemasaran, promosi, dan iklan terkait produk dan layanan yang menggunakan superapp yang digunakan dalam satu grup usaha.

Sementara penegasan larangan tersebut disampaikan dengan tujuan meningkatkan perlindungan konsumen dan juga mencegah informasi yang diterima masyarakat.

Baca Juga: Bantah Sebar Hoaks Kredit Tanpa Jaminan, Klarifikasi Netizen kepada BNI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam keterangan resmi menjelaskan bahwa pemasaran atas efek luar negeri di Indonesia sampai saat ini tidak diizinkan, mengingat produk tersebut, mengingat produk tersebut dari OJK, sehingga memiliki risiko yang cukup besar bagi masyarakat.

Dia memaparkan produk Investasi yang efektif oleh OJK antara lain berupa efek (surat berharga) yang diterbitkan oleh entitas yang berbadan hukum di Indonesia dan dinyatakan oleh OJK untuk ditawarkan.

“Sementara produk investasi lainnya seperti efek yang diterbitkan oleh entitas di luar negeri, aset kripto, emas bukan merupakan produk yang diberi izin dan penawaran oleh OJK,” jelas Hoesen.

OJK meminta PUJK yang melanggar ketentuan tersebut untuk melakukan dua hal.

Pertama, segera dihentikan layanan dan atau penawaran produk di luar izin dan pengawasan OJK melalui super apps yang merupakan logo OJK atau pernyataan bahwa produk dan PUJK tersebut telah diberikan dan didukung oleh OJK.

Baca Juga: Sempat Jadi Momok, Penyaluran Dana Pinjol Tembus Rp89,9 Triliun Per Mei

Kedua, meminta PUJK melakukan pemisahan penggunaan aplikasi, platform, dan situs web terhadap produk dan layanan yang bukan di bawah pengawasan OJK dengan produk dan layanan yang diberikan dan di bawah pengawasan OJK.

Sebelumnya OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan (POJK Perlindungan Konsumen) yang memuat ketentuan mengenai norma dan tata cara bagi PUJK dalam melakukan pemasaran, dan iklan terkait produk dan layanan kepada masyarakat.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul OJK Larang Iklan Produk Investasi Luar Negeri

By AKDSEO